SEJARAH PSIKOLOGI

DOSEN PENGAMPU :
Dr. Siti Sanisah, M.pd
Penulis
RAHMATIKA
NIM : 20230110800103

PRODI PENDIDIKAN GURU SD (PGSD)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS MUHAMMADYAH MATARAM
2023/2024

PENDAHULUAN

Ditinjau dari asal katanya, psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa, dan Ligos yang berarti ilmu. Jadi secara istilah, psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan. Tetapi dalam sejarah perkembangannya, kemudian arti psikologi menjadi ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Ini di sebabkan karena jiwa yang mengandung arti yang abstrak itu sukar untuk di pelajari secara objektif. Kecuali itu, keadaan jiwa seseorang melatarbelakangi timbulnya hampir setiap tingkah laku .Beragamnya pendapat para ahli psikologi tentang pengertian dari psikologi, sehingga bisa di simpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan perbuatan individu dimana individu tersebut tidak dapat di lepaskan dari lingkungannya. Pada zaman sebelum masehi, psikologi sudah dipelajari orang dan banyak di hubungkan dengan filsafat. Para ahli filsafat pada waktu itu sudah membicarakan tentang aspek-aspek kejiwaan manusia.
Psikologi dan ilmu pendidikan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena keduanya mempunyai hubungan timbal balik. Ilmu pendidikan sebagai suatu disiplin bertujuan memberikan bimbingan hidup manusia sejak lahir sampai mati. Pendidikan tidak akan berhasil dengan baik bilamana tidak berdasarkan kepada psikologi perkembangan. Demikian pula watak dan kepribadian seseorang ditunjukkan oleh psikologi. Karena begitu eratnya tugas antara psikologi dan ilmu pendidikan, kemudian lahirlah suatu subdisiplin ilmu pendidikan (educational psychology).

PEMBAHASAN
Psikologi berasal dari kata Yunani psyche yang artinya jiwa, dan logos yang artinya pengetahuan. Jadi, secara etimologi (menurut arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam segalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat disebut ilmu jiwa. Berbicara tentang jiwa, terlebih dahulu kita harus dapat membedakan antara nyawa dan jiwa. Nyawa adalah jasmaniah yang keberadaannya bergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah (organik behavior) yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar.
Proses belajar ialah proses untuk meningkatkan kepribadian (personality) dengan jalan berusaha mendapatkan pengertian baru, nilai-nilai baru, dan kecakapan baru sehingga ia dapat berbuat yang lebih sukses menghadapi kontradiksi-kontradiksi. Jadi, jiwa mengandung pengertian-pengertian, nilai-nilai kebudayaan, dan kecakapan-kecakapan. Bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain seperti: ilmu pasti, ilmu alam, dan lain-lain, maka ilmu jiwa dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang serba kurang tegas, sebab ilmu itu mengalami perubahan, tumbuh, berkembang untuk mencapai kesempurnaan. Namun demikian, ilmu ini sudah merupakan cabang ilmu pengetahuan. Manusia dapat mengetahui jiwa seseorang hanya dengan tingkah lakunya. Jadi, dari tingkah laku itulah orang dapat mengetahui jiwa seseorang dan tingkah laku merupakan kenyataan jiwa yang dapat kita hayati dari luar.
Perspektif kognitif dikemukakan oleh Jean Peaget (1896-1980): perspektif kognitif adalah tingkat kecerdasan,perkembangan bahasa, kreatif serta kemampuan berfikir kritis dan keahlian menyelesaikan masalah. Psikologi kognitif adalah ilmu mengenai pemrosesan informasi. Bagaimana cara kita memperoleh informasi mengenai dunia dan bagaimana pemerosesannya., bagaimana informasi itu disimpan dan diproses oleh otak,bagaimana informasi itu disampaikan dengan struktur penyusunan bahasa, dan proses-proses tersebut ditampilkan dengansebuah prilaku yang dapat diamati dan juga yang tidak dapat diamati.
Perspektif biologis adalah paham yang memandang bahwa perkembangan manusia terkait dengan perkembangan biologisnya. Juga dikatakan bahwa perspektif biologis yaitu sebuah pendekatan psikologi yang menekankan pada berbagai peristiwa yang berlangsung dalam tubuh memengaruhi prilaku, perasaan dan pemikiran seseorang. Psikologi biologis menjelaskan prilaku dalam hal neurologis, yaitu fisiologi dan struktur otak dan bagaimana ini mempengaruhi prilaku. Teori dalam perspektif biologi yang mempelajari perilaku genomik mempertimbangkan bagaimana gen mempengaruhi perilaku. Sekarang genom manusia dipetakan, mungkin, suatu hari nanti kita akan memahami lebih tepatnya bagaimana perilaku dipengaruhi oleh DNA. Faktor biologis seperti kromosom, hormon dan otak semua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku manusia, untuk jenis kelamin misalnya, Pendekatan biologis berpendapat bahwa perilaku sebagian diwariskan dan memiliki fungsi (atau evolusi) adaptif. Misalnya, dalam minggu-minggu segera setelah kelahiran anak, tingkat testosteron pada ayah hampir lebih dari 30 persen.
Perspektif behaviorisme dikemukakan oleh John Broades Watson: perspektif behaviourisme adalah paham yang sangat percaya bahwa segala tingkah laku manusia adalah hasil dari pembelajaran. Manusia dilahirkan dengan sejumlah reflex yang terbatas. Sedangkan belajar adalah hasil dari pengkondisian reflek-reflek tersebut. Behaviorisme berbeda dengan kebanyakan pendekatan lain karena mereka melihat orang (dan hewan) sebagai dikendalikan oleh lingkungan mereka dan secara khusus bahwa kita adalah hasil dari apa yang telah kita pelajari dari lingkungan kita. Behaviorisme berkaitan dengan bagaimana faktor lingkungan (disebut rangsangan) mempengaruhi perilaku yang dapat diamati (disebut respon). Pendekatan behavioris mengusulkan dua proses utama dimana orang belajar dari lingkungan mereka:. Pengkondisian yaitu klasik dan operant conditioning Pengkondisian klasik melibatkan pembelajaran oleh asosiasi, dan pengkondisian operan melibatkan belajar dari konsekuensi perilaku.
Sejarah Perkembangan Psikologi di Indonesia
Kebutuhan psikologi di Indonesia mulai terasa sejak tahun 1950. Khususnya dalam dunia penyelidikan nasional yang semerawut setelah kemerdekaan yang dipelopori oleh Prof. Slamet Iman Santoso, guru terbesar fakultas kedokteran UI. pada tahun 1953 dibentuk lembaga pendidikan psikologi di Indonesia. Setelah itu banyak perguruan tinggi yang membuka fakultas psikologi karena kebutuhan akan jasa mereka meningkat. Namun demikian evaluasi yang memuaskan baik itu terhadap lembaga pendidikan psikologi itu sendiri maupun perkembangan psikologi sebagai ilmu di Indonesia masih sulit di lakukan.
Cabang-cabang Dalam Ilmu Psikologi
Psikologi dewasa ini tidak hanya mementingkan aliran-aliran yang sifatnya teoretis, tetapi juga memperhatikan penerapannya. Di Indonesia, psikologi baru dikenal secara formal sejak 1953, yaitu sejak didirikannya jurusan psikologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia oleh Prof. Dr. Slamet Iman Santoso, psikiater. Fakultas psikologi UI sudah mempunyai beberapa bagian yang masing-masing mengembangkan dan memperaktikkan cabang psikologi yang berbeda, yaitu Bagian Psikologi Klinis, Psikologi Kejuruan dan Perusahaan.
Hubungan Antara Ilmu Psikologi Dengan Ilmu-ilmu Lain
Hubungan psikologi dengan ilmu-ilmu lain ini bersifat timbal-balik dalam artian psikologi memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain, dan sebaliknya, ilmu-ilmu lain juga memerlukan bantuan psikologi. Ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan psikologi adalah ada hubungan psikologi dengan sosiologi, hubungan psikologi dengan antropologi, hubungan psikologi dengan ilmu politik, hubungan psikologi dengan ilmu komunikasi, hubungan psikologi dengan biologi, hubungan psikologi dengan filsafat.
PENUTUP
Dari penjelasan sebelumnya dapat kita tarik kesimpulan bahwa psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu kata psyche artinya jiwa dan logos artinya pengetahuan. Jadi secara etimologi, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam segalanya, prosesnya maupun latar belakangnya atau bisa juga disebut ilmu jiwa. Jiwa seseorang dapat diketahui hanya melalui tingkah lakunya yang merupakan kenyataan jiwa yang dapat kita hayati dari luar. Unsur-unsur yang terdapat pada psikologi ialah tingkah laku atau perbuatan, manusia dan lingkungan.
Cabang-cabang psikologi, yaitu: psikologi klinis, psikologi kejuruan dan perusahaan (sekrang namanya: industri dan organisasi), psikologi anak (sekarang namanya: perkembangan), psikologi eksperimen, psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi terapan (psikometri), psikologi olahraga, psikologi SDM, psikologi knowledge management, psikologi intervensi sosial dan psikologi kriminal.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Abu. (2009). Psikologi Umum, Jakarta: PT Rineka Cipta
Fauzi, Ahmad. (2004). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia
Irwanto. (2002). Psikologi Umum. Jakarta: PT Prenhallindo
Sarwono, Sarlito Wirawan. (2009). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers
Sobur, Alex. (2010). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia
 

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai