KONSEP DALAM BELAJAR PSIKOLOGI
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Siti Sanisah, M.pd
Penulis
RAHMATIKA
NIM : 20230110800103
PRODI PENDIDIKAN GURU SD (PGSD)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS MUHAMMADYAH MATARAM
2023/2024
PENDAHULUAN
Proses pendidikan sudah dimulai sejak pertama kali manusia dilahirkan. Dalam hal ini, orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Orang tua melakukan usaha-usaha pendidikan terhadap anaknya meskipun masih dengan cara yang sederhana. Semakin manusia beranjak dewasa, usaha-usaha pendidikan yang dilakukan kian beragam. Orang tua tidak lagi mendidik anaknya sendiri di rumah, melainkan mendaftarkan anaknya menjadi peserta didik dalam suatu sekolah demi perkembangan sang anak yang lebih baik. Tugas mendidik anak pun yang semula milik orang tua kini dibantu oleh guru sebagai pendidik dalam lingkungan pendidikan yang sistematis yaitu lingkungan sekolah.
Hal ini yang perlu dipahami oleh setiap pendidik agar tidak tidak salah melangkah dalam melakukan usaha-usaha pendidikan. Usaha-usaha pendidikan harus disesuaikan dengan tingkat perkembangannya agar peserta didik dapat berkembang dengan baik. Sebagai pendidik yang bertanggung jawab untuk mendidik dan membimbing peserta didik selama berada di lingkungan sekolah, tentu harus memahami perkembangan yang dialami peserta didik sehingga usaha-usaha pendidikan yang dilakukan dapat sesuai dengan keadaan perkembangan peserta didik. Dalam hal ini, peran psikologi amat dibutuhkan guna membantu pendidik dalam memahami perkembangan peserta didik.
PEMBAHASAN
Konsep dasar psikologi yang utama tentang sejarah psikologi. Dilihat dari segi sejarah, memang psikologi salah satu cabang ilmu yang dikembangkan oleh filosof. Dimana lahirnya psikologi hadir karena rasa munculnya pertanyaan tentang kebutuhan hidup manusia dan rasa penasaran akan akal pikiran serta tingkah laku manusia.Itu sebabnya ilmu psikologi lebih sering dikaitkan dengan kehidupan organisme manusia. Kemudian mempelajari lebih banyak tentang perilaku, perasaan, emosi dan apapun elemen yang dilakukan oleh manusia. Segala sesuatu yang terjadi dan yang dilakukan oleh manusia dikembangkan dan diteliti.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tingkah laku individu atau peserta didik yang tidak dapat dilepaskan dari proses lingkungan dan yang terjadi dalam diri individu tersebut yang disebut sebagai proses mental (Saleh, 2018, hlm. 8). Proses mental dapat dipahami sebagai kondisi atau gejala yang terjadi dalam diri individu yang menjadi motor penggerak. psikologi merupakan ilmu yang melakukan studi ilmiah terhadap perilaku manusia? Mengapa Warsah & Daheri mengatakan makhluk hidup yang dapat mengandung implikasi bahwa psikologi dapat melibatkan hewan pula? Simpulan tersebut diambil karena pada mulanya, psikologi digunakan para ilmuwan dan para filosof sebagaimana disebutkan oleh Reber (dalam Warsah & Daheri, 2021, hlm. 3) untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku aneka ragam makhluk hidup mulai yang primitif sampai yang paling modern.
Objek dan kajian Psikologi Pendidikan
Pada zaman Yunani, objek formal kajian psikologi adalah hakikat jiwa, namun pada era Decrates objek formal ini berubah menjadi gejala-gejala kesadaran. Selanjutnya, ketika aliran Behaviorisme muncul di Amerika pada permulaan abad ke-20, yang tampak menjadi objeknya ialah tingkah laku manusia yang tampak (lahiriah). Sedangkan aliran psikologi yang dipelopori oleh Freud, objeknya adalah gejala-gejala ketidaksadaran manusia. Manusia merupakan makhluk yang sangat kompleks dan unik sifatnya (Fatuhurrohman, 2016). Dengan demikian, objek psikologi akan sangat bergantung pada objek material yang dibahas dan perlukan dalam studinya. Misalnya, dalam ilmu sosial dan ilmu psikologi mempunyai objek material sama, yaitu manusia. Akan tetapi objek formalnya berbeda, karena ilmu sosial membahas manusia dari sudut pembahasan kehidupan individu dan interaksinya antar masyarakat, sedangkan ilmu psikologi membahas manusia dari sudut pembahasan jiwa dan pikiran dari individu itu sendiri.
Psikologi umum adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan yang beradab (berkultur) (Saleh, 2018, hlm. 24). Selain itu, psikologi umum juga memandang manusia seakan-akan terlepas dari manusia yang lain. Psikologi umum berusaha mencari dalil-dalil yang bersifat umum daripada kegiatan-kegiatan atau aktivitas psikis.
Psikologi khusus adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktivitas-aktivitas psikis manusia berupa hal-hal yang menyimpang dari psikologi itu sendiri, misalnya psikologi pendidikan, psikologi kriminal, psikologi kepribadian, dan sebagainya.
Manfaat Mempelajari Psikologis
Mempelajari sikologi ternyata juga memiliki manfaatnya. Manfaat ini pulalah yang sebenarnya juga termasuk ke dalam konsep dasar psikologi. Lalu apa saja sih manfaat mempelajari psikologi? menguasai dan mempelajari tentang gejala jiwa, mempelajari tingkah laku manusia secara umum dan secara khusus.Setidaknya dengna menguasai dan memahami konsep dasar psikologi lakan memudahkan kita dalam menganalisis seseorang ataupun menilai diri sendiri dengan baik. Secara tidak langsung pula, belajar psikologi mampu meningkatkan kepekaan kita terhadap lingkungan dan orang-orang disekitar kita. Sehingga juga akan mempengaruhi perilaku, sikap, cara berfikir dan daya analisis kita. Adapun manfaat lain mempelajari konsep dasar psikologi dalam kehidupan sehari-hari. Ada dua bentuk kemanfaatan, yaitu manfaat psikologi teoritis. Psikologi teoritis salah satu ilmu yang tidak hanya mempelajari kejiwaan dan mempelajari gejala seseorang saja.
. Faktor yang mempengaruhi psikologi Pendidikan
Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan peserta didik, motivasi, dan minatnya.
Kecerdasan
Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Dengan demikian, kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja, tetapi juga organ-organ tubuh lainnya. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan, tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain, karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hampir seluruh aktivitas manusia.
Motivasi
Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar peserta didik. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif, mendorong, memberikan arah, dan menjaga perilaku setiap saat. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang.
Minat
Secara sederhana, minat (interest) nerrti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan.
PENUTUP
Psikologi pendidikan merupakan suatu cabang ilmu yang membahas tingkah laku peserta didik pada proses pendidikan sehingga mampu menyelesaikan masalah-masalah pendidikan. Fungsi psikologi pendidikan dalam proses belajar-mengajar tidak hanya mencakup peningkatan mutu belajar peserta didik dalam kaitan dengan perkembangan psikisnya namun juga mempelajari perkembangan peserta didik dalam interaksinya dengan pelajaran dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam pendekatan- pendekatan yang dapat mempengaruhi pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Saleh, A.A. (2018). Pengantar psikologi. Makassar: Penerbit Aksara Timur.
Warsah, I., Daheri, M. (2021). Psikologi: suatu pengantar. Yogyakarta: Tunas Gemilang Press.
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Siti Sanisah, M.pd
Penulis
RAHMATIKA
NIM : 20230110800103
PRODI PENDIDIKAN GURU SD (PGSD)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS MUHAMMADYAH MATARAM
2023/2024
PENDAHULUAN
Proses pendidikan sudah dimulai sejak pertama kali manusia dilahirkan. Dalam hal ini, orang tua berperan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Orang tua melakukan usaha-usaha pendidikan terhadap anaknya meskipun masih dengan cara yang sederhana. Semakin manusia beranjak dewasa, usaha-usaha pendidikan yang dilakukan kian beragam. Orang tua tidak lagi mendidik anaknya sendiri di rumah, melainkan mendaftarkan anaknya menjadi peserta didik dalam suatu sekolah demi perkembangan sang anak yang lebih baik. Tugas mendidik anak pun yang semula milik orang tua kini dibantu oleh guru sebagai pendidik dalam lingkungan pendidikan yang sistematis yaitu lingkungan sekolah.
Hal ini yang perlu dipahami oleh setiap pendidik agar tidak tidak salah melangkah dalam melakukan usaha-usaha pendidikan. Usaha-usaha pendidikan harus disesuaikan dengan tingkat perkembangannya agar peserta didik dapat berkembang dengan baik. Sebagai pendidik yang bertanggung jawab untuk mendidik dan membimbing peserta didik selama berada di lingkungan sekolah, tentu harus memahami perkembangan yang dialami peserta didik sehingga usaha-usaha pendidikan yang dilakukan dapat sesuai dengan keadaan perkembangan peserta didik. Dalam hal ini, peran psikologi amat dibutuhkan guna membantu pendidik dalam memahami perkembangan peserta didik.
PEMBAHASAN
Konsep dasar psikologi yang utama tentang sejarah psikologi. Dilihat dari segi sejarah, memang psikologi salah satu cabang ilmu yang dikembangkan oleh filosof. Dimana lahirnya psikologi hadir karena rasa munculnya pertanyaan tentang kebutuhan hidup manusia dan rasa penasaran akan akal pikiran serta tingkah laku manusia.Itu sebabnya ilmu psikologi lebih sering dikaitkan dengan kehidupan organisme manusia. Kemudian mempelajari lebih banyak tentang perilaku, perasaan, emosi dan apapun elemen yang dilakukan oleh manusia. Segala sesuatu yang terjadi dan yang dilakukan oleh manusia dikembangkan dan diteliti.
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tingkah laku individu atau peserta didik yang tidak dapat dilepaskan dari proses lingkungan dan yang terjadi dalam diri individu tersebut yang disebut sebagai proses mental (Saleh, 2018, hlm. 8). Proses mental dapat dipahami sebagai kondisi atau gejala yang terjadi dalam diri individu yang menjadi motor penggerak. psikologi merupakan ilmu yang melakukan studi ilmiah terhadap perilaku manusia? Mengapa Warsah & Daheri mengatakan makhluk hidup yang dapat mengandung implikasi bahwa psikologi dapat melibatkan hewan pula? Simpulan tersebut diambil karena pada mulanya, psikologi digunakan para ilmuwan dan para filosof sebagaimana disebutkan oleh Reber (dalam Warsah & Daheri, 2021, hlm. 3) untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku aneka ragam makhluk hidup mulai yang primitif sampai yang paling modern.
Objek dan kajian Psikologi Pendidikan
Pada zaman Yunani, objek formal kajian psikologi adalah hakikat jiwa, namun pada era Decrates objek formal ini berubah menjadi gejala-gejala kesadaran. Selanjutnya, ketika aliran Behaviorisme muncul di Amerika pada permulaan abad ke-20, yang tampak menjadi objeknya ialah tingkah laku manusia yang tampak (lahiriah). Sedangkan aliran psikologi yang dipelopori oleh Freud, objeknya adalah gejala-gejala ketidaksadaran manusia. Manusia merupakan makhluk yang sangat kompleks dan unik sifatnya (Fatuhurrohman, 2016). Dengan demikian, objek psikologi akan sangat bergantung pada objek material yang dibahas dan perlukan dalam studinya. Misalnya, dalam ilmu sosial dan ilmu psikologi mempunyai objek material sama, yaitu manusia. Akan tetapi objek formalnya berbeda, karena ilmu sosial membahas manusia dari sudut pembahasan kehidupan individu dan interaksinya antar masyarakat, sedangkan ilmu psikologi membahas manusia dari sudut pembahasan jiwa dan pikiran dari individu itu sendiri.
Psikologi umum adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas psikis manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan yang beradab (berkultur) (Saleh, 2018, hlm. 24). Selain itu, psikologi umum juga memandang manusia seakan-akan terlepas dari manusia yang lain. Psikologi umum berusaha mencari dalil-dalil yang bersifat umum daripada kegiatan-kegiatan atau aktivitas psikis.
Psikologi khusus adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktivitas-aktivitas psikis manusia berupa hal-hal yang menyimpang dari psikologi itu sendiri, misalnya psikologi pendidikan, psikologi kriminal, psikologi kepribadian, dan sebagainya.
Manfaat Mempelajari Psikologis
Mempelajari sikologi ternyata juga memiliki manfaatnya. Manfaat ini pulalah yang sebenarnya juga termasuk ke dalam konsep dasar psikologi. Lalu apa saja sih manfaat mempelajari psikologi? menguasai dan mempelajari tentang gejala jiwa, mempelajari tingkah laku manusia secara umum dan secara khusus.Setidaknya dengna menguasai dan memahami konsep dasar psikologi lakan memudahkan kita dalam menganalisis seseorang ataupun menilai diri sendiri dengan baik. Secara tidak langsung pula, belajar psikologi mampu meningkatkan kepekaan kita terhadap lingkungan dan orang-orang disekitar kita. Sehingga juga akan mempengaruhi perilaku, sikap, cara berfikir dan daya analisis kita. Adapun manfaat lain mempelajari konsep dasar psikologi dalam kehidupan sehari-hari. Ada dua bentuk kemanfaatan, yaitu manfaat psikologi teoritis. Psikologi teoritis salah satu ilmu yang tidak hanya mempelajari kejiwaan dan mempelajari gejala seseorang saja.
. Faktor yang mempengaruhi psikologi Pendidikan
Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan peserta didik, motivasi, dan minatnya.
Kecerdasan
Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Dengan demikian, kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja, tetapi juga organ-organ tubuh lainnya. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan, tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain, karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hampir seluruh aktivitas manusia.
Motivasi
Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar peserta didik. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif, mendorong, memberikan arah, dan menjaga perilaku setiap saat. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang.
Minat
Secara sederhana, minat (interest) nerrti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan.
PENUTUP
Psikologi pendidikan merupakan suatu cabang ilmu yang membahas tingkah laku peserta didik pada proses pendidikan sehingga mampu menyelesaikan masalah-masalah pendidikan. Fungsi psikologi pendidikan dalam proses belajar-mengajar tidak hanya mencakup peningkatan mutu belajar peserta didik dalam kaitan dengan perkembangan psikisnya namun juga mempelajari perkembangan peserta didik dalam interaksinya dengan pelajaran dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam pendekatan- pendekatan yang dapat mempengaruhi pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Saleh, A.A. (2018). Pengantar psikologi. Makassar: Penerbit Aksara Timur.
Warsah, I., Daheri, M. (2021). Psikologi: suatu pengantar. Yogyakarta: Tunas Gemilang Press.