Tugas UAS (ujian akhir semester) Bahasa Indonesia

Dosen pengampu:LINDA AYU DARMUSTIKA,M.Si.

OBJEK WISATA WAE REBO

Nama:RAHMATIKA

NIM:20230110800103

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP )

Wae Rebo, Kisah Sebuah Kampung di Atas Awan
Meski lokasinya sulit dijangkau, kampung ini sangat terkenal di kalangan wisatawan asing khususnya negara-negara Eropa.

Sejarah Kampung Wae Rebo
flores tour waereboSejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar – benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Kampung Waerebo juga memiliki sejarah perjalanan nenek moyang mereka sampai terbentuk perkampungan yang kini disambangi oleh wisatawan dari mana saja, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Kampung Waerebo adalah kampung adat tradisional yang berada di dataran tinggi Manggarai. Orang Kampung Waerebo sangat menjaga tradisi mereka sejak nenk moyang mereka memutuskan untuk tinggal dan menetap disini. Mereka meyakini bahwa nenek moyang mereka bernama Empo Maro dan beberapa keluarganya berlayar menarungi lautan luas dan mendarat diLabuan Bajo, Pulau Flores. Mereka melanjutkan perjalanan darat menuju bagian utara sampai mereka tiba di Kampung yang bernama Waraloka. Berdasarkan cerita turun temurun dari orang tua di Kampung Waerebo, Empo Maro kemudian melakukan perjalanan darat dan berpindah dari satu kampung ke kampung lain mulai dari waraloka menuju Nangapa’ang, Todo, Popo, liho, Modo, Golo Ponto, Ndara Golo dan Golo Damu sebelum menetap di Kampung Waerebo. Empo Maro memilih untuk menetap di Kampung Waerebo karena dia mendapatkan pesan melalui mimpi untuk hidup dan menghabiskan waktunya di Kampung adat ini. Sebelum menjadi Kampung adat dengan 7 buah rumah yang berdiri kokoh di atas tanah datar yang dikelilingi oleh hutan dan jurang, Kondisi Kampung Waerebo sangat memperhatinkan. Sebagian dari rumah mereka telah rusak dan hampir roboh dimakan usia. Berkat bantuan dari beberapa organisasi diantaranya Rumah Asuh Fondation dan Tirto Utomo Fondation, akhirnya masyarakat kampung Waerebo merekontruksi atau merenovasi rumah adat mereka. Dalam proses pembuatan ulang hal – hal yang bersifat tradisi nenek moyang tidak di rubah sedikitpun. Berkat kerja keras mereka pada 27 Agustus 2012, UNESCO memberikan penghargaan kepada masyarakat Kampung Waerebo Award UNESCO Asia Pasifik untuk Cultrural Heritae Conservation, sebuah penghargaan tertinggi di bidang warisan Budaya UNESCO.

wae_rebo_1290.jpg
Wae Rebo, Kisah Sebuah Kampung di Atas Awan
Meski lokasinya sulit dijangkau, kampung ini sangat terkenal di kalangan wisatawan asing khususnya negara-negara Eropa.

Pariwisata
Tagar:
Pariwisata, Nusa Tenggara Timur, Flores

Artikel Terbaru
Gemulai dan Rancaknya Tari Kretek di Kudus
Pustaka Indonesia
Gemulai dan Rancaknya Tari Kretek di Kudus
Kain Kebat dan Tenun Tradisional dari Suku Dayak Iban
Pustaka Indonesia
Kain Kebat dan Tenun Tradisional dari Suku Dayak Iban
Pesona Alam di Air Terjun Nglirip dan Kekuatan Magisnya
Pustaka Indonesia
Pesona Alam di Air Terjun Nglirip dan Kekuatan Magisnya
Rendang Paru, Makanan Surga Pencinta Jeroan
Pustaka Indonesia
Rendang Paru, Makanan Surga Pencinta Jeroan
Wae Rebo adalah sebuah kampung tradisional yang terletak di dusun terpencil tepatnya di Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terkenal dengan sebutan kampung di atas awan, Wae Rebo terletak di ketinggian 1000 mdpl dikelilingi oleh perbukitan yang sangatlah asri. Wae Rebo dinyatakan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012 menyisihkan 42 negara lain.

Untuk mencapai Wae Rebo, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 6 km dari Desa Dintor ke Desa Denge dengan menggunakan motor. Perjalanan dari Denge menuju Wae Rebo, kira-kira memakan waktu pendakian selama 3 jam dengan menyusuri daerah terpencil yang dikelilingi hutan lebat yang belum terjamah, menyebrangi sungai serta melintasi bibir jurang

wae_rebo_1290.jpg
Wae Rebo, Kisah Sebuah Kampung di Atas Awan
Meski lokasinya sulit dijangkau, kampung ini sangat terkenal di kalangan wisatawan asing khususnya negara-negara Eropa.

Pariwisata
Tagar:
Pariwisata, Nusa Tenggara Timur, Flores

Artikel Terbaru
Gemulai dan Rancaknya Tari Kretek di Kudus
Pustaka Indonesia
Gemulai dan Rancaknya Tari Kretek di Kudus
Kain Kebat dan Tenun Tradisional dari Suku Dayak Iban
Pustaka Indonesia
Kain Kebat dan Tenun Tradisional dari Suku Dayak Iban
Pesona Alam di Air Terjun Nglirip dan Kekuatan Magisnya
Pustaka Indonesia
Pesona Alam di Air Terjun Nglirip dan Kekuatan Magisnya
Rendang Paru, Makanan Surga Pencinta Jeroan
Pustaka Indonesia
Rendang Paru, Makanan Surga Pencinta Jeroan
Wae Rebo adalah sebuah kampung tradisional yang terletak di dusun terpencil tepatnya di Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terkenal dengan sebutan kampung di atas awan, Wae Rebo terletak di ketinggian 1000 mdpl dikelilingi oleh perbukitan yang sangatlah asri. Wae Rebo dinyatakan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012 menyisihkan 42 negara lain.

Untuk mencapai Wae Rebo, pengunjung harus menempuh perjala untuknan sekitar 6 km dari Desa Dintor ke Desa Denge dengan menggunakan motor. Perjalanan dari Denge menuju Wae Rebo, kira-kira memakan waktu pendakian selama 3 jam dengan menyusuri daerah terpencil yang dikelilingi hutan lebat yang belum terjamah, menyebrangi sungai serta melintasi bibir jurang

Wae Rebo adalah desa tradisional di Flores, Indonesia, terkenal dengan rumah adatnya yang unik dan keindahan alamnya. Kesimpulannya, mengunjungi Wae Rebo memberikan pengalaman budaya dan alam yang luar biasa, serta kesempatan untuk mendalami kehidupan masyarakat lokal

Terimakasih

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai